Saat ini,tiba-tiba saja aku teringat satu kisah aneh yang akan terus nempel dihati ini. kisah kasih disekolah kalo kata almarhum Om chrisye. hehehe! tapi aku mengangggap kisah ini sebagai satu kesalahan terindah yang gak akan pernah mau aku ulangi sampai kapanpun.
Waktu itu aku baru duduk di kelas II SMP,
Berawal dari kepindahan sekolah dadakan ke sekolah yang baru dengan kelas yang baru juga. pastinya juga bertemu dengan teman-teman baru. Tapi sekolah baruku ini terasa berbeda dengan sekolahku yang lama. sangat-sangat sederhana. tapi cukup membuat aku nyaman. terlebih ketika aku mulai mengenal seorang teman sekelas yang cukup membuat aku salah tingkah tiap kali berhadapan dengannya.
Namanya Sulaiman. Cowok penyair yang punya gaya khas ketika membacakan puisi. Aku mengaguminya. Mengagumi seorang sulaiman yang sangat-sangat sederhana. tapi cukup pada saat itu sebagai seorang "secret admirer" (halah halah! hehehe!).
dia punya something yang terpancar dari dalam dirinya. seperti sebuah aura ketulusan. senyumnya yang khas tiap kali berpas-pasan denganku dikawasan sekolah selalu mampu membuat aku gugup segugup - gugupnya!(nah loh?!)
Perlahan-lahan aku mulai memperhatikannya. Ada rasa aneh yang timbul tenggelam dihatiku. Kebersamaan yang kami rajut dalam ikatan pertemanan semakin membuat aku ngeh. Aku mulai menyukainya! sekuat tenaga aku berusaha untuk nge-push rasa suka itu, tapi gagal. semakin dipush maka semakin kuat. wah! bener-bener deh ini anak parah banget aliran listriknya.
Lama kelamaan aku mulai gak sanggup berkutat hanya sebatas "secret admirernya". Aku sangat-sangat ingin dia tau bahwa
aku dilanda galau waktu itu. cinta monyet kalo kata emak. wkwk!
Karena kehabisan cara,dan juga karena memori pikirku belum cukup penuh untuk soal yang beginian ( masih SMP -_-" ) , akhirnya aku ngambil satu langkah gila yang tiba-tiba aja keluar dari otakku yang cuma beberapa MB data ini. Berpura-pura menjadi orang lain. untuk ngelampiaskan keinginan aku supaya dia tau bahwa ada yang tengah sangat-sangat mengaguminya.
Finally,Aku menulis sebuah surat. ya karena pada waktu itu aku belum kenal dengan yang namanya handphone. aku masih ingat isi surat yang ku tulis pertama kali itu. kayak gini deh isinya :
(To : sulaiman, sang penyair
Ku tulis ini dengan guratan rona merah di garis wajahku. Sebenarnya aku malu. tapi jujur aku tak pernah sanggup untuk memendamnya lebih lama. Sang penyair, aku telah lama ingin mengungkap ini. tapi tak pernah sedikitpun ada keberanian untuk itu . apa lagi kalau harus berbicara langsung 4 mata. bisa-bisa aku mati karena gugup.
Sang penyair,aku menyukaimu. layaknya api yang menyukai kayu. yang ingin mendekapnya dalam kehangatan yang tiada akhir. mungkin kamu akan kaget. tapi aku cuma berusaha untuk jujur. Aku tau,saat membaca surat ini,kamu akan kebingungan. sebab kamu sama sekali tidak mengenali aku. tapi tak apa. aku cukup lega dengan yang uda aku lepaskan disini.
Bila berkenan, balas surat ini dan titipkan pada orang yang memberimu surat ini. ku tunggu..
with love,
Your secret admirer )
Paginya aku sangat bersemangat berangkat ke sekolah. dengan harapan agar sulaiman bisa membaca surat ini secepatnya dan mau membalasnya. bahkan sepanjang perjalanan menuju sekolah,aku tersenyum-senyum sendirian. hehehe! begitulah orang yang tengah dilanda asmara monyet (wkwk)
sesampai disekolah,sulaiman belum keliatan batang hidungnya. ya karena memang masih sangat pagi. biasanya dia baru hadir 15 menit setelah aku tiba disekolah. namanya juga cowok. hadeee!
Sembari nunggu,aku berinisiatif untuk mengecek lagi isi surat.siapa tau kalo-kalo ada kata-kata yang bikin ilfeel nantinya. dan alhamdulillah ya sesuatu banget! Clear!. dengan mantab aku lipat lagi kertas berwarna coklat pudar itu. Aku memilih membaca buku komik yang aku bawa dari rumah. komik doraemon kesayanganku. lagi asik-asiknya ngebaca komik tiba-tiba aku kaget bukan main ketika sulaiman muncul dari samping dan menepuk bahuku. asem ne cowok! (bahasa kolbu -_-" )
"hayo! pagi-pagi ngelamunin makanan ya!"
"Halah! apalah man ne! gak lah!"
"owh.. emang uda sarapan tadi?"
"ya uda lah.. kamu?"
"belom! kekantin yok temenin aku makan! laperr! mumpung belom bel masuk!"
"mmm.. ya lah yok! traktir yak?!"
"uda gampang! ngutang ntar ama kak nely! hohoho!"
"woh dasar eman! yaudah ayok!"
itu sekilas percakapan sesaat sebelom akhirnya kekantin. dikantin, eman, gitu panggilannya,duduk tepat dihadapan aku. sambil nyantap nasi uduk kesukaannya. aku bener-bener ragu untuk mulai bicara. dan akhirnya aku beranikan diri.
"eh man! ini!" . kataku sambil ngasih kertas berwarna coklat pudar ke hadapannya yang sengaja aku selipkan diantara lembar komik yang aku bawa.
"hee?apa neh??"
"uda baca aja!"
dengan perlahan dia ngebuka surat itu dan ngebacanya pelan. ku amati mulutnya komat kamit tak bersuara. dahinya berkerut.
"isinya apaan, man?", tanyaku pura-pura.
"ini surat siapa?", ekspresinya terheran-heran dan kebingungan seperti dugaanku.
"eh.. ummh.. anu.. man,titipan temenku! dia bilang nitip surat ini buat kamu!". (O my God! aku berbohong! maaf,man!) bathinku.
"ini serius??"
"gak tau,man! emang isinya apa??!"
"yang nulis surat ini bilang suka ke aku,yu!ini gimana ceritanya eh? kenal aja gak!"
"masa iya, man?"
"iyaaa! ini coba baca aja!". katanya sambil nyodorin kertas itu ke aku. dengan penuh kepura-puraan aku membaca suratku sendiri. ampundeh maaann.. (T.T")
"yauda,kamu belom kenal kan? balas aja. sesuai dengan keadaan!"
"mmmm..! ok! ntar nitipnya di kamu kan?"
"siphh!"
aku deg-deg.an!(>.<")
kira-kira apa isi surat balasan darinya? biasa aja?atau luar biasa? (o.O")
lanjut ceritanya di part kedua yach!! :D
To be continued.. ^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan bijak dan sopan. Dilarang berkomentar yang mengandung unsur SARA dan SPAM. Karena orang akan menilai pribadi anda lewat komentar anda. Thanks!