Senin, 15 April 2013

Senyum Terakhir Afni


Afni. Gadis manis yang riang dan netral dalam sikap maupun berteman. Dialah seorang teman semasa aku kelas III SMP. Dia berbeda kelas denganku. tapi masih sama-sama kelas III. Senyum manisnya masih terekam jelas dalam ingatanku. Aku selalu menangis ketika kenangan bersamanya kembali terulang. Bahkan disaat menulis ini pun,percaya gak percaya, airmataku mengalir tanpa bisa aku bendung.
Aku dan seluruh murid kelas III pada waktu itu mengikuti kegiatan rutin yang diadakan pihak sekolah menjelang ujian akhir nasional. Les mata pelajaran inti yang akan di ujiankan nanti menjadi pelajaran penting bagi aku dan murid-murid lainnya. termasuk bagi Afni. Jujur, aku gak begitu dekat dengan sosok Afni maupun anak kelas III lainnya. karena aku terlalu sibuk dengan pelajaran-pelajaran disekolah. Bahkan disaat jam istirahatpun aku lebih sering berdiam diri di perpustakaan dibandingkan duduk berleha-leha dikantin ataupun di halaman sekolah. Aku mulai mengenal sosok Afni semenjak mengikuti les ekstra itu. meskipun hari minggu,tapi kegiatan ekstrakuriluker tetap kami ikuti dengan semangat. demi mengejar kelulusan nanti.

minggu siang menjelang sore di tahun 2005..
Aku berkumpul bersama teman-temanku di atas bebatuan datar yang sering dijadikan tempat bersantai oleh pelajar di sekolahku. terlebih lagi ada pohon jemblang(pohon yang buahnya mirip blackberry) yang berdiri kokoh memayungi bebatuan itu. meskipun uda ngumpul bareng hanya untuk sekedar melepas penatnya rutinitas hari itu,aku masih tetap banyak diam. sibuk dengan buku bacaanku. Ketika santi menegurku dengan gayanya yang blak-blakan dan khas, aku cuma tersenyum. Akhirnya aku memilih untuk masuk kedalam gurauan dan tawa canda bersama teman-teman sekolahku. ada kegembiraan yang tercipta saat itu. hingga tiba-tiba Afni mengajak aku bercanda. awalnya aku pikir dia itu gadis sombong. gak mau berteman dengan aku yang termasuk katagori "kuper". tapi ternyata aku salah. aku salah besar. sosok Afni adalah teman yang welcome,hangat,dan suka bercanda. siang menjelang sore minggu itu kami penuhi dengan obrolan seru dan senda gurau hingga waktu terasa berputar begitu cepat. hingga gak terasa matahari uda mulai mengantuk.

Well.. akhirnya setelah puas bercengkrama bersama,kami pun bubar pulang kerumah masing-masing. untuk terakhir kalinya kulihat senyum Afni mengembang untukku ketika akan mengendarai sepeda motornya. Senyum yang aneh. Senyum yang menandakan sesuatu yang gak pernah bisa di artikan oleh manusia. Aku pun dengan lugas membalas senyum itu. hingga akhirnya kami berpisah didepan pintu gerbang sekolah. aku ke utara arah kerumahku. dan dia ke selatan arah rumahnya.
Tepat jam 8 malam, nada pesan di hape ku berdering. ku lihat nama pengirim. dari santi. teman sekelas yang merupakan teman akrab dan tetanggaku.
("kamu ada dirumah, Yu?? :( ")
aku lihat ekspresi emoticonnya sad, dan santi gak pernah meng-smsku dengan dengan ekspresi sad kayak gitu. aku balas :
("aku dirumah, san! kenapa? kok sad?!")
semenit kemudian dia balas lagi :
("aku kerumah kamu sekarang!")
aku heran dengan sikap santi yang bisa aku baca meski cuma lewat sms. dia pasti lagi sedih. tapi kenapa? karena cowok kah? gak mungkin karena cowok. dia gak pernah sad apalagi sampai nangis gara-gara cowok. pasti ada yang lain! aku membathin.
Tak berselang lama kemudian, pintu rumah diketuk dari luar. ku buka. aku lihat santi begitu kuyu. kayak habis nangis gitu. matanya merah dan sembab. tiba-tiba tanpa ba-bi-bu lagi santi memeluk aku dan nangis. tangis yang cukup pilu. aku cuma bengong waktu itu. tanpa aku tanya,santi pun cerita seraya tetap menangis dan tetap meluk aku dengan kuat. kurasakan badannya berguncang karena menangis.

"Afni, yu! Afni!"
"kenapa Afni, san? kok kamu nangis sampai kayak gini!"
"Afni meninggal,Yu!!"
"haa??"
Aku shock. sangat-sangat shock.
"gak mungkin, san! kamu jangan becanda! gak lucu tau gak!"
"Demi Allah,Yu aku gak becanda! aku juga sebelomnya gak percaya! trus aku minta abang buat recheck kerumah Afni! ternyata bener,yu! Afni uda ninggalin kita!"

Santi terus menangis. Aku pun cuma bengong. gak tau mau bilang apa. air mata aku keluar tanpa diperintah. aku terduduk di atas bangku di halaman rumah. untung emak yang lagi masak didalam rumah gak dengar santi nangis. Rasa lapar yang tadinya meraja dilambung ku seketika hilang dengan kabar duka itu. Senyum itu. Ternyata senyum terakhirnya. Senyum yang dia lontarkan untukku itu. pertanda bahwa dia akan pergi untuk selamanya.
Waktu pun berputar terasa begitu cepat. baru tadi sore kami bercengkrama bersama. dan saat dia pamit pulang,ternyata dia pamit untuk selamanya.hemm..

senin pagi,rumah sekolah diliputi duka. banyak yang merasa kehilangan Afni. tak terkecuali aku. menurut berita yang ku dengar, Afni mengalami kecelakaan fatal. Sepeda motornya dihantam oleh mobil tronton pengangkut pasir. hingga Afni terseret kebawah truk itu. dan benturan keras di aspal membuat kepala Afni pecah hingga dia langsung merenggang nyawa ditempat kejadian. Aku  cuma diam mendengar kabar itu. Aku gak sanggup dolan kerumah duka. aku gak sanggup ngeliat gundukan tanah yang masih basah yang diatasnya terdapat papan nama bernama Afni. Dari ruang kelas aku cuma bisa menatap kosong daun-daun jemblang yang bergoyang tertiup angin..

Aku bisa diam dalam doaku yang terus menerus mengalir untuk Afni. Teman baikku. dan aku tetap menyimpan lukisan senyumnya yang sangat berharga dalam hatiku. seyum terakhirnya. untukku..

Rhyme in peace for Afni..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak dan sopan. Dilarang berkomentar yang mengandung unsur SARA dan SPAM. Karena orang akan menilai pribadi anda lewat komentar anda. Thanks!